Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Bentō (弁当 atau べんとう)

 Kalau kalian pernah liat drama korea ato jepang mungkin pernah liat bekal makanan dalam drama tersebut, yang lucu binti imut-imut itu!! ^^
Bekal itu namanya BENTO.. Keren ya?? 











Bentō (弁当 atau べんとう) atau o-bentō adalah istilah bahasa Jepang untuk makanan bekal berupa nasi berikut lauk-pauk dalam kemasan praktis yang bisa dibawa-bawa dan dimakan di tempat lain. Seperti halnya nasi bungkus, bentō bisa dimakan sebagai makan siang, makan malam, atau bekal piknik.
Bentō biasanya dikemas untuk porsi satu orang, walaupun dalam arti luas bisa berarti makanan bekal untuk kelompok atau keluarga. Bento dibeli atau disiapkan sendiri di rumah. Ketika dibeli, bentō sudah dilengkapi dengan sumpit sekali pakai, berikut penyedap rasa yang disesuaikan dengan lauk, sepertikecap asin atau saus uster dalam kemasan mini.
Ciri khas bentō adalah pengaturan jenis lauk dan warna agar sedap dipandang serta mengundang selera. Kemasan bento selalu memiliki tutup, dan wadah bentō bisa berupa kotak atau nampan segi empat dari plastik, kotak roti, atau kotak kayu kerajinan tangan yang dipernis. Ibu rumah tangga di Jepang dianggap perlu terampil menyiapkan bentō, walaupun bentō bisa dibeli di mana-mana. Di Indonesia, hidangan ala bento mulai dipopulerkan jaringan restoran siap saji Hoka-Hoka Bento sejak tahun 1985. 







Sejarah
Pada akhir zaman Kamakura, orang Jepang mengenal makanan praktis berupa nasi yang ditanak dan dikeringkan. Makanan ini disebut hoshi-ii (nasi kering) dan dibawa di dalam tas kecil. Hoshi-ii bisa dimakan begitu saja, atau direbus di dalam air sebelum dimakan. Di zaman Azuchi Momoyama (1568-1600), orang sudah mulai senang makan di luar, dan kotak kayu yang dipernis digunakan sebagai wadah membawa makanan. Bentō mulai dikenal sebagai makanan praktis dalam kesempatan hanami atau upacara minum teh.
Pada zaman Edo (1603-1867), kebudayaan bentō semakin meluas di kalangan rakyat banyak. Orang yang bepergian atau berwisata membawa makanan praktis yang disebut koshibentō (bentō di pinggang). Isinya beberapa onigiri yang dibungkus daun bambu, atau nasi di dalam kemasan kotak beranyam dari bambu yang diikatkan di pinggang. Salah satu jenis bentō yang disebut makunouchi bentō populer di kalangan rakyat yang menonton pertunjukan noh dan kabuki. Bentō dimakan sewaktu pergantian layar panggung (maku) sehingga dinamakan makunouchi bentō. Di zaman Edo, cara memasak, mengemas, dan menyiapkan bentō untuk kesempatan hanami dan hinamatsuri sudah diterbitkan dalam buku resep masakan.
Penjualan paket nasi yang disebut ekiben (駅弁 bentō stasiun) dimulai sejak zaman Meiji. Ekiben dimaksudkan untuk dinikmati di atas kereta, dan sering merupakan hidangan khas dari daerah tempat stasiun kereta api tersebut berada. Stasiun KA Utsunomiya (Prefektur Ibaraki) merupakan salah satu stasiun yang mengklaim sebagai penjual ekiben yang pertama. Pada 16 Juli 1885, di Stasiun KA Utsunomiya dijual ekiben berupa dua buah onigiri berisi umeboshi dan potongan asinan lobak (takuan) dengan pembungkus daun bambu. Bekal bentō yang dibawa murid dan guru juga mulai populer di zaman Meiji. Jam pelajaran baru selesai di petang hari, dan sekolah-sekolah belum memiliki dapur dan kafetaria yang menyediakan makan siang. Selain bentō berisi nasi, penjual bentō juga mulai menyediakan bentō ala Eropa berisi sandwich.
Pada zaman Taisho (1912 - 1926), perbedaan kaya-miskin yang tajam seusai Perang Dunia I menimbulkan gerakan sosial untuk menghentikan kebiasaan membawa bentō ke sekolah. Bentō dituduh sebagai sarana pamer kekayaan bagi anak orang berada yang mampu membawa nasi ke sekolah.
Pada awal zaman Showa, kotak dari aluminum untuk membawa bento sangat digemari orang Jepang dan merupakan barang mewah. Setelah Perang Dunia II, tradisi membawa bentō secara berangsur-angsur hilang sejalan dengan semakin banyaknya sekolah yang menyediakan ransum makan siang.
Bentō kembali populer di tahun 1980-an setelah dikenal kemasan kotak plastik polistirena sekali pakai, oven microwave, dan semakin meluasnya toko kelontong 24 jam. Sementara itu, bentō buatan ibu kembali mulai digemari, dan tradisi membawa bentō dari rumah hidup kembali. Keahlian menyiapkan bentō untuk anak-anak merupakan kebanggaan tersendiri bagi ibu rumah tangga. Lauk sepertisosis dan nori dipotong-potong atau digunting untuk dijadikan hiasan, seperti daun, bunga, binatang, hingga karakter anime.




Jenis-jenis
§  Shōkadō bentō (松花堂弁当)
   Bentō yang dihidangkan di dalam kotak kayu dengan tutup yang bisa
   menutup dengan rapat, dan di dalamnya terdapat pembatas untuk membagi wadah menjadi 4 bagian.
§  Chūka bentō (中華弁当, bentō masakan Cina)
    Kemasan bentō berisi makanan Cina
§   Kamameshi bentō (釜飯弁当, bentō nasi periuk)
    Bentō yang menggunakan periuk tanah liat sebagai kemasan.
§   Makunouchi bentō (幕の内弁当)
    Bentō tradisional berisi nasi dan lauk.
§   Noriben (海苔弁)
    Bentō berisi nasi ditutupi nori yang sudah dicelupkan ke dalam kecap
    asin.
§  Hinomaru bentō (日の丸弁当)
    Bentō yang hanya terdiri dari nasi putih dan sebuah umeboshi yang     diletakkan di tengah-tengah seperti bendera Jepang




Istilah terkait
§     Shidashi bentō (仕出し弁当, bentō kiriman)
Bentō yang tidak dibuat di rumah, melainkan dibeli di penjual bento atau rumah makan.
§     Hayaben (早弁 bentō lebih awal)
Perbuatan murid sekolah yang memakan bentō sebelum waktu makan siang tiba.
§     Soraben (空弁 bentō udara)
Bentō yang dijual di bandar udara.
§  Rokeben (ロケ弁 bentō lokasi)
Bentō yang disediakan di lokasi syuting film atau acara televisi.
§     Aisai bentō (愛妻弁当 bentō istri tercinta)
Bentō yang disiapkan istri di rumah untuk suami di kantor.
§     Reitō mikan (冷凍ミカン jeruk beku)
Pencuci mulut berupa jeruk yang dibekukan dan dijual di stasiun KA atau di atas KA bersama ekiben.






        


Rabu, 09 November 2011

SAKURA

 ^^ ..moshi-moshi.. ^^
Kalian tau gak bunga Sakura yang ada di Jepang, ternyata tuh gak cuma 1 jenis aja.. bahkan, da macam-macam jenisnya... Qta intip bareng-bareng yuk, apa ja??? ^^

Bunga Sakura adalah bunga yang paling banyak dijumpai di Jepang sekaligus menjadi bunga nasionalnya. Asal-usul kata “sakura” adalah kata “saku” (bahasa Jepang untuk “mekar”) ditambah akhiran yang menyatakan bentuk jamak “ra”. Dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.
Periode berbunga pada pohon sakura ini sangat pendek, yang di Jepang dikenal dengan suatu kata kiasan yakni “7 hari bunga sakura”, yang artinya bahwa sejak sakura mulai mekar lalu layu kembali waktunya kurang lebih 7 hari, dan keseluruhan pohon sakura sejak bunga pertama mulai mekar hingga seluruh bunganya layu kurang lebih memakan waktu setengah bulan.
Pohon sakura berbunga setahun sekali, di pulau Honshu, kuncup bunga sakura jenis someiyoshino mulai terlihat di akhir musim dingin dan bunganya mekar di akhir bulan Maret sampai awal bulan April di saat cuaca mulai hangat.

Di Jepang, mekarnya sakura jenis someiyoshino dimulai dari Okinawa di bulan Februari, dilanjutkan di pulau Honshu bagian sebelah barat, sampai di Tokyo, Osaka, Kyoto pada sekitar akhir Maret sampai awal April, lalu bergerak sedikit demi sedikit ke utara, dan berakhir di Hokkaido di saat liburan Golden Week.

Setiap tahunnya pengamat sakura mengeluarkan peta pergerakan mekarnya bunga sakura someiyoshino dari barat ke timur lalu utara yang disebut sakurazensen. Dengan menggunakan peta sakurazensen dapat diketahui lokasi bunga sakura yang sedang mekar pada saat tertentu.

Penggunaan
Daun dan bunga sakura yang sudah direndam di dalam air garam (shiozuke) dimanfaatkan untuk bahan makanan karena wanginya yang harum. sakura mochi adalah kue moci yang dibungkus daun sakura. Ada juga es krim dan kue kering rasa bunga sakura. Teh bunga sakura umumnya diminum pada kesempatan istimewa seperti pesta pernikahan. Ranting dan kuncup bunga sakura juga digunakan sebagai bahan pewarna alami.


Jenis-jenis bunga Sakura
Bila dilihat sekilas, bunga sakura nampak hampir sama satu dengan yang lainnya. Ternyata terdapat banyak macamnya, lebih dari 300 jenis. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

1. YAMA ZAKURA:
 
Ini adalah bunga sakura orisinil (asli), sebelum dilakukan berbagai hasil persilangan yang jenisnya sekarang mencapai 300 varities

2. OSHIMA SAKURA: 
Walau terkesan sama2 berwarna putih seperti foto no. 1 …, namun bila dilihat dengan seksama banyak sekali perbedaannya …

3. SURUGA DAI NIOI ZAKURA:

4. SOMEI YOSHINO: 

5. KOTO HIRA ZAKURA: 

6. ICHI HARA TORA NO O: 

7. AMERIKA SAKURA :

8. MIKURUMA GAISHI: 

9. EDO SAKURA: 

10. ICHIO SAKURA:

11. CHOSYU HIZAKURA: 

12. Matsumae Hayazaki Sakura: 

13. BAIGOZI JUZU KAKE SAKURA: 

14. KANZAN ZAKURA: 

15. FUGENZO SAKURA:

16. KENROKUEN KIKU ZAKURA: 

17. SHOGETSU SAKURA: 

18. GYOIKO: 

19. KANHI ZAKURA: 


Tempat-tempat pilihan untuk melihat bunga Sakura
Di tahun 1990, Asosiasi Bunga Sakura Jepang (Japan Cherry Blossom Association) mengeluarkan daftar 100 tempat terpilih untuk melihat keindahan bunga Sakura.
Daerah Kanto:
§  Tokyo: Taman Ueno (Taito-ku), Taman Shinjuku-gyoen (Shinjuku-ku), Taman Sumida (Sumida-ku), Taman Koganei (kota Koganei), Taman Inogashira (kota Musashino)
Daerah Tokai:
§  Prefektur Gifu: Taman Usuzumi/Neodani (kota Motosu), Pinggir Sungai Shinsakai (kota Kakamigahara), Kamagatani (kota Ikeda)
Daerah Kansai:
§  Prefektur Osaka: Taman Istana Osaka (Osaka), The Mint Bureau (Osaka), Taman Expo '70 (kota Suita)
§  Prefektur Hyogo: Taman Istana Himeji (kota Himeji), Taman Akashi (Kota Akashi), Taman Shukugawa (Nishinomiya)
§  Prefektur Nara: Taman Nara (kota Nara), Pegunungan Yoshino (kota Yoshino), Taman Kooriyamajoshi (Yamato Kooriyama)




Sakura